1/12 [同城異境?]~印尼移民家務工攝影習作分享

di tanah yang sama, bukan di tempat yang sama?

(untuk Bahasa Indonesia, silakan turunkan)

(for eng pls roll down)

日期:2019年12月1日 (星期日)
時間:下午二時至五時
地點:深水埗基隆街及南昌街交界公共空間

在2019年四月梅梅雨的天氣,在維園的草地或天橋底,影行者的幾個成員,星期天總擠身在一眾印尼移民家務工中間。她們希望盡量用自己一周只得一天的休假,去學習一些不同的事物。這半年來,其中一項有幸佔據她們的星期天的2小時的活動就是影行者與印尼移民工網絡(JBMI) 合辦的影像工作坊。

移民家務工,平日都在某人家中照顧長者、小孩,間中見到她們買菜,或推著長者在散步。大家都彷彿見到她們,也彷彿見不到她們。只有到星期日,一周唯一一天的假期,她們才會出來與同鄉聚會,分享又一個離鄉別井的一周的苦與樂,互相給予支持。因此,大家星期天才能因她們數量龐大,而終於見到她們。

不過,也因為每周只有一天,有時不一定被僱主允許放假,而活躍的姐妹都同時參與好多勞工關注或者興趣班的工作,因此,要暫時交得出比較完整的功課,我們也足足等了6個月,大家才慢慢的、害羞地拿出習作。

看到這些習作,我們可能會發覺,香港人總愛叫她們做[工人],但其實我們都是打工仔女,某個意義上大家都是工人啦。與很多香港打工仔女一樣,她們也會喜歡行山、熱愛花草樹木、有對工作的感想、有對朋友的情感、有各種創作的興趣……

我們其實住在同一片土地上,是否因為欠缺交流,而令到大家好像生活在不同的地方般?今次,選擇在深水埗辦一次小型街頭攝影展,希望可以讓大家發生更多以人為本的交流和分享。今次除了展覽外,我們也會分享和介紹一下印尼菜式經常使用的香料和小食,同時,也有與移民家務工相關的紀錄短片放映。

合辦單位:

印尼移民工網絡(JBMI):JBMI是一個網絡,是由在香港、澳門的移民工,或在印尼的前移民工組成的聯盟及組織,所形成的一個網絡。這些組織都是在不同地方,透過爭取法例的改變,及提供不同的服務,爭取保障移民工及其家庭的權利。我們在香港的工作包括一系列與就業相關的法律諮詢服務,包括:合約、簽證、護照、證件被扣留的問題、解僱或被中止合約等等。

JBMI是一個向所有移工組織開放的網絡,歡迎大家的加入。現時我們在香港、台灣、澳門和印尼都有會員。任何印尼移工們,如果有一群朋友/小組,但卻沒有任何組織,我們都歡迎大家加入JBMI。
現時的網絡成員團體包括:
1. PILAR HK ( 香港印尼移民工反超額收費聯盟)
2. IMWU ( 印尼移民工工會)
3. ATKI HK ( 印尼移民工協會)
4. GAMMI ( 印尼穆斯林移民聯盟 )
5. LIPMI (印尼移民工聯盟)
6. BKB ( 同創建)
7. WIC ( 印尼女性俱樂部)
8. MOVERS Indonesia (印尼義務工作者)
9. Dzarwatul iitihat

社區互助發展行動:以在深水埗社區發展互助、共融為目標的街坊自發團體。深水埗區有好多照顧長者的移民家務工姐姐,都很想大家多認識一下這個社群。

影行者:影行者的工作宗旨,是藝術和創作的普及化,希望不同的草根階層皆能透過美感和創意的表達,去展示他/她眼中的世界,並促進不同人之間的交流。

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
di tanah yang sama, bukan di tempat yang sama?
Tanggal: 1 Desember, 2019( minggu)
Waktu: 2:00-5:00pm
Locasi: ruang publik di persimpangan Jalan KiLung dan Jalan Nam Cheong

Selama hari hujan di bulan April, 2019, di bawah flyover atau halaman rumput di atau sekitar Victoria Park, anggota v-artivist, menghabiskan banyak hari Minggu di antara pekerja rumah tangga migran Indonesia. Para saudari migran kami selalu mencoba menggunakan satu-satunya hari libur mereka setiap minggu, untuk mempelajari hal-hal yang berbeda. Dalam enam bulan terakhir, kami merasa sangat terhormat bahwa kami dapat menghabiskan sekitar 2 jam dari mingguan mereka yang berharga hanya sehari, untuk bergabung dalam lokakarya fotografi yang diselenggarakan bersama oleh JBMI dan v-aritvist.

Pekerja rumah tangga migran sering berada di dalam rumah seseorang merawat orang tua dan anak-anak. Kadang-kadang Anda melihat mereka membeli barang di pasar, atau membawa penatua dengan kursi roda. Semua orang tampaknya telah melihat mereka, dan tampaknya tidak melihat mereka. Pada hari Minggu, satu-satunya hari libur setiap minggu, mereka bisa keluar untuk bertemu dengan sesama saudara perempuan migran, berbagi tawa dan air mata seminggu dari rumah, dan saling mendukung. Hanya pada hari Minggu, ketika ada begitu banyak dari mereka, orang Hong Kong akhirnya melihat mereka.

Karena hanya ada satu hari libur per minggu, dan kadang-kadang majikan mereka tidak boleh membiarkan mereka berlibur. Karena itu, kami telah menunggu selama 6 bulan bagi mereka untuk menyerahkan karya yang relatif lengkap, secara perlahan dan malu-malu.

Warga Hongkong suka menyebut mereka “gongyan" (pekerja), tetapi melihat foto-foto ini, kita dapat belajar bahwa, kita semua adalah pekerja. Sama seperti banyak pekerja di Hong Kong, mereka suka hiking, mencintai alam, memiliki perasaan terhadap pekerjaan mereka, memiliki kasih sayang kepada teman-teman, memiliki minat dalam berbagai bentuk ekspresi diri … …

Kami sebenarnya tinggal di tanah yang sama, tetapi apakah itu karena kurangnya komunikasi, jadi sepertinya kami hidup di tempat yang berbeda? Kami memilih untuk mengadakan pameran foto dan video kecil di jalan di sini di Shamshuipo, berharap untuk pertukaran dan berbagi yang berorientasi pada orang. Selain pameran, kami juga akan berbagi dan memperkenalkan beberapa makanan ringan dan rempah-rempah Indonesia. Sementara itu, juga akan ada tempat pemutaran film yang menampilkan film dokumenter pendek tentang pekerja rumah tangga migran.

Badan bersama:
JBMI: JBMI adalah jaringan organisasi dan aliansi buruh migran dan mantan buruh migran Indonesia di Hong Kong, Macau dan Indonesia yang mengkampanyekan perlindungan sejati bagi buruh migran dan keluarganya melalui perubahan undang-undang yang sungguh-sungguh memihak kepada kepentingan buruh migran dan pelayanan yang diperlukan buruh migran serta keluarganya.

Layanan kami meliputi konsultasi hukum di HK mengenai ketenagakerjaan, misalnya kontrak kerja, visa, paspor, penyimpanan dokumen, interminate, putus kontak, dll.

JBMI adalah aliansi terbuka untuk semua group atau aliansi yang ingin bergabung dalam JBMI. Jika kawan kawan mempunyai grub dan belum berorganisasi,bisa bergabung dengan JBMI. Anggota anggota JBMI saat ini adalah :
1. PILAR HK ( Persatuan BMI Hongkong Tolak Overcharging )
2. IMWU ( Indonesian Migrant Worker Union)
3. ATKI HK ( Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia )
4. GAMMI ( Gabungan Migran Muslim Indonesia )
5. LIPMI ( Liga Pekerja Migran Indonesia)
6. BKB ( Bina Karya Bersama )
7. WIC ( Wanita Indonesian Club)
8. MOVERS Indonesia ( Sukarelawan Indonesia )
9. Dzarwatul iitihat

aksi pengembangan timbal balik komunitas (coreda): kami adalah kelompok warga mandiri yang bertujuan mengembangkan saling membantu dan persekutuan di Shamshuipo. Di Shamshuipo, ada banyak pekerja rumah tangga migran Indonesia yang mengurus lansia, jadi kami ingin semua kaifong belajar lebih banyak tentang komunitas ini.

v-artivist (va): kami bertujuan mempopulerkan seni dan proses kreatif, berharap bahwa akar rumput yang berbeda dapat mengekspresikan diri melalui karya seni dan ekspresi kreatif, sehingga kami dapat menunjukkan kepada orang lain bagaimana kami melihat dunia dan berbagi dengan orang lain.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
in the same land, not the same place?
~sharing of photo practices of indonesian migrant domestic workers

Date: 1, dec, 2019 (sunday)
Time: 2:00-5:00pm
Venue: public space at the junction of KiLung Street and Nam Cheong Street

During the rainy days in April, 2019, under the flyovers or lawn in or around Victoria Park, members of v-artivist, spent many Sundays among Indonesian migrant domestic workers. Our migrant sisters always try to use their only day-off every week, to learn different things. In the last six months, we have been so honoured that we can occupy about 2 hours of their precious weekly only day-off, to join in the workshop for photography co-organized by JBMI and v-aritvist.

Migrant domestic workers are often inside someone’s home taking care of elders and children. Sometimes you see them buying things in the markets, or wheeling elders around in wheelchairs. Everybody seems to have seen them, and seems not to have seen them. On Sundays, the only day-off every week, they could come out to meet fellow migrant sisters, share the week’s laughter and tears away from home, and support each other. Only on Sundays, when there are so many of them, Hong Kong people finally sees them.

Since there is only one day-off per week, and sometimes their employers may not let them have their holiday. Therefore, we have waited for 6 months for them to hand in comparatively complete works, slowly and shyly.

Hongkongers like to call them “gongyan” (worker), but seeing these pictures, we can learn that, we are all workers afterall. Just like lots of workers in Hong Kong, they like hiking, love the nature, have feelings towards their work, have affection for friends, have interests in various forms of self-expression……

We are actually living on the same land, but is it because of the lacking of communication, so it seems like we are living in different places? We choose to hold a small photo and video exhibition on the street here in Shamshuipo, hoping for a people-oriented exchange and sharing. Other than exhibition, we will also share and introduce some Indonesian snacks and spices. Meanwhile, there will also be a screening booth showing short documentaries concerning migrant domestic workers.

Co-organizing Bodies:
JBMI: JBMI is a network of organizations and alliances of migrant workers and former Indonesian migrant workers in Hong Kong, Macau and Indonesia who campaign for genuine protection of migrant workers and their families through changes in laws that truly favor migrant workers’ interests and services needed by migrant workers and his family.
Our services include legal consultation in HK concerning employment, for example employment contracts, visas, passports, document retention, interminate, break contact, etc.

JBMI is an open alliance for all groups or alliances who want to join JBMI.JBMI currently has members in Indonesia, Hong Kong, Taiwan, Macau. If you have a group and you don’t have an organization, you can join JBMI. Current JBMI members are:

1. PILAR HK ( United Indonesian Against Overcharging, Hong Kong )
2. IMWU ( Indonesian Migrant Worker Union)
3. ATKI HK ( Indonesian Migrant Workers Association)
4. GAMMI ( Alliance of Indonesian Muslim Migrants)
5. LIPMI (League of Indonesian Migrant Workers)
6. BKB ( Building Creation Together )
7. WIC ( Indonesian Women Club)
8. MOVERS Indonesia ( Indonesia Volunteer)
9. Dzarwatul iitihat

community reciprocity development action (coreda): we are a self-initiated citizen group aiming at developing mutual help and communion in Shamshuipo. In Shamshuipo, there are a lot of Indonesian migrant domestic workers taking care of elderlies, so we want all the kaifongs to learn more about this community. JBMI saat ini beranggotakan di Indonesia, Hong Kong, Taiwan, Macau.

v-artivist (va): we aim at popularizing art and creative processes, wishing that different grassroots can express themselves through art works and creative expressions, so that we can show others how we see the world and share with others.

發表迴響

在下方填入你的資料或按右方圖示以社群網站登入:

WordPress.com 標誌

您的留言將使用 WordPress.com 帳號。 登出 /  變更 )

Google photo

您的留言將使用 Google 帳號。 登出 /  變更 )

Twitter picture

您的留言將使用 Twitter 帳號。 登出 /  變更 )

Facebook照片

您的留言將使用 Facebook 帳號。 登出 /  變更 )

連結到 %s